Perkembangan Teknologi Informasi, Mulai Dari Wartel Hingga Penggunaan Smartphone

Perkembangan Teknologi Informasi

Dahulu, sebelum marak HP dan pulsa, disediakan pelayanan jasa telekomunikasi untuk umum oleh perorangan, badan usaha atau koperasi. Jasa itu akan mudah diingat oleh generasi 2000-an dengan nama wartel yang merupakan singkatan dari Warung Telekomunikasi.

Mendirikan wartel pun cukup mudah karena cuma membutuhkan  ada sambungan telepon, maka orang tinggal mengajukan izin, menyediakan bilik, komputer, alat penghitung tarif, korsi dan biasanya ada kipas angin serta tempat untuk mengantri dan berbagai peralatan pendukung lainnya.

Kemudahan itu tentu memenuhi kebutuhan banyak orang sehingga cukup mudah menemui wartel pada waktu itu. Tidak jarang jika wartel menjadi tempat nongkrong beberapa kalangan seperti anak sekolahan maupun kuliahan. Bahkan sampai ada Asosiasi antar pemilik wartel pada waktu itu, namanya APWI yakni Asosiasi Pengusawa Wartel Indonesia.

Jika masih perlu diingat, ada beberapa hal yang erat jika mengunjungi wartel. Keterkaitan itu adalah sebagai berikut:

  • KBU (Kamar Bicara Umum)

Tempat ini merupakan istilah dari nama bilik wartel. Menjadi tempat yang disediakan untuk menelepon di setiap wartelnya. Biasanya, KBU berisi  telepon, monitor pencatat tarif, korsi, kipas angin dan pulpen serta kertas. Sedikitnya setiap wartel memiliki satu atau dua KBU.

Meskipun berbentuk bilik, ada pula privasi pelanggan terjamin karena tempat sebelah tidak bisa mendengar percakapan si pengguna. Tentu saja hal ini sangat membantu sekali karena masing-masing orang pasti memiliki keinginan supaya lebih nyaman dalam mengadakan komunikasi dengan orang yang dituju.

2 Sambungan Komunikasi yang Dituju

Wartel bisa menyambungkan telepon ke mana saja. Semua itu dibagi jadi berbagai kategori. Sambungan normal biasanya masih satu kode di dalam wilayah kota. Di sisi lain, ada pula sambungan Langsung Jarak Jauh (SLJJ) untuk daerah lain yang masih dalam satu wilayah Negara atau antar kota.

Hubungan lain adalah Sambungan Langsung Internasional (SLI) untuk ke luar negeri dan ke Hand Phone (HP). Agar bisa menyambung ke luar daerah atau luar negeri harus ada kode dan ini bisa kita tanyakan pada penjaga wartel.

Tulisan Lokal, SLJJ, SLI dan HP ini cukup terkenal karena di depan wartel pasti kita membacanya selain nama wartel ini sendiri, tarifnya tentu saja beda-beda, dan biasanya dibedakan bilik mana yang bisa digunakan untuk sambungan tersebut

  1. Wartel Penerima Telepon

Ada juga wartel yang membuka jasa menerima telepon. Biasanya yang melakukan ini adalah para pekerja di Luar Negeri (TKI dan TKW) yang ingin menelpon keluarganya di sekitar wilayah tempat wartel tersebut berada. Di kota-kota besar mungkin agak jarang kita jumpai, namun di daerah-daerah yang banyak warganya pergi ke Luar Negeri untuk bekerja kita dengan mudah menjumpainya.

Biasanya juga wartel yang seperti ini akan menyediakan orang yang khusus diperintah untuk mencari keluarga orang yang menelpon. Jika terjadi hal seperti ini, biasanya akan lebih mendapatkan prioritas utama untuk bisa menggunakan bilik wartel. Dalam hal ini juga pihak wartel akan menerima jasa dari keluarga si penelpon.

  1. Keterbatasan Uang

Ada tarif yang dikenakan pada setiap yang dilakukan pengguna wartel. Hal itu membuat agar penelepon harus bisa berbicara sefisien mungkin untuk berkomunikasi. Hal itu terkait dengan jumlah uang yang dibawa pengguna wartel. Khususnya bagi para pengguna wartel yang merantau dan menghubungi keluarganya di luar daerah sehingga harus menggunakan layanan SLJJ.

Tapi sejak maraknya penggunaan HP, eksistensi wartel kian tergerus. Tidak bisa dipungkiri bahwa penggunaan HP sudah menjadi umum dan lebih praktis. Hanya tinggal mengisi pulsa dan kemudian menggunakannya. Maka bukan tanpa alasan jika tukang pulsa lebih ramai dikunjungi daripada wartel yang masih ada saat ini.

Namun, kini penjual pulsa pun mengalami penurunan semenjak hadirnya kudo yang menawarkan setiap orang bisa menjadi penjual pulsa dengan system keagenan. Dengan harga yang murah dan pelayanan cepat menjadikan kudo semakin terdepan.